Komplikasi setelah menggunakan pil aborsi jarang terjadi, tetapi risikonya sedikit meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan. Komplikasi dapat diatasi kalau diketahui secara tepat waktu. Kalau kamu mengalami salah satu gejala berikut, penting untuk segera mencari pertolongan medis:
- Perdarahan hebat sampai membuat lebih dari 2 pembalut berukuran biasa penuh per jam selama 2 jam atau lebih secara berturut-turut. Kalau kamu mengalam ini, gunakan 4 pil misoprostol tambahan (200 mcg masing-masing ) di bawah lidah.
- Demam 38°C yang berlangsung lebih dari 24 jam setelah minum pil.
- Keputihan yang berbau busuk atau anyir.
- Nyeri hebat, terus-menerus, atau bertambah nyeri di perut bagian bawah yang tidak kunjung mereda dengan obat pereda nyeri dan tidak kunjung hilang setelah aborsi.
- Pendarahan berkepanjangan yang tidak berkurang dalam beberapa minggu setelah aborsi.
Kalau kamu perlu ke layanan kesehatan untuk alasan apa pun, tidak perlu kasih tahu bahwa kamu melakukan aborsi dengan pil. Kamu bisa bilang bahwa kamu merasa mengalami keguguran. Tenaga kesehatan tidak bisa melihat perbedaannya dan cara perawatann atau tindakannya sama saja. Tidak ada tes yang dapat menunjukkan bahwa kamu sudah menggunakan pil aborsi.
Kalau kamu menggunakan pil dengan memasukkannya melalui vagina, mohon perhatikan bahwa sisa pil masih bisa ditemukan di dalam vagina sampai 4 hari setelah dimasukkan. Sebelum mencari pertolongan medis, kami sarankan untuk mengeluarkan pil secara perlahan dengan menggunakan jari kamu setelah cuci tangan.
Sumber
- World Health Organization. 2023. Clinical Practice Handbook for Quality Abortion Care. https://www.who.int/publications/i/item/9789240075207
- Kapp, Nathalie, and Patricia A. Lohr. 2020. ‘Modern Methods to Induce Abortion: Safety, Efficacy and Choice’. Best Practice and Research: Clinical Obstetrics and Gynaecology 63:37–44. https://doi.org/10.1016/j.bpobgyn.2019.11.008
- erguson, Ian, and Heather Scott. 2020. ‘Systematic Review of the Effectiveness, Safety, and Acceptability of Mifepristone and Misoprostol for Medical Abortion in Low- and Middle-Income Countries’. Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada 42 (12): 1532-1542.e2. https://doi.org/10.1016/J.JOGC.2020.04.006
