Kamu tidak perlu melakukan USG setelah aborsi kalau sudah yakin aborsi berhasil dan kamu tidak menunjukkan adanya tanda-tanda komplikasi. Namun, USG mungkin bisa membuat sebagian orang merasa lebih tenang. USG merupakan cara tercepat untuk mengetahui apakah aborsi dengan pil berhasil atau tidak.
Melihat sisa jaringan pada hasil USG setelah aborsi dengan pil merupakan hal wajar. Selama tidak ada tanda-tanda komplikasi, tidak perlu ada tindakan lebih lanjut. Tubuh kamu biasanya akan mengeluarkan sisa jaringan dengan sendirinya.
Sumber
- Grossman, Daniel, and Kate Grindlay. 2011. ‘Alternatives to Ultrasound for Follow-up after Medication Abortion: A Systematic Review’. Contraception 83 (6): 504–10. https://doi.org/10.1016/j.contraception.2010.08.023
- Raymond, Elizabeth G., Daniel Grossman, Alice Mark, Ushma D. Upadhyay, Gillian Dean, Mitchell D. Creinin, Leah Coplon, et al. 2020. ‘Commentary: No-Test Medication Abortion: A Sample Protocol for Increasing Access during a Pandemic and Beyond’. Contraception 101 (6): 361–66. https://doi.org/10.1016/j.contraception.2020.04.005
- World Health Organization. 2023. Clinical Practice Handbook for Quality Abortion Care. https://www.who.int/publications/i/item/9789240075207
- Reeves, M. F., M. C. Fox, P. A. Lohr, and M. D. Creinin. 2009. ‘Endometrial Thickness Following Medical Abortion Is Not Predictive of Subsequent Surgical Intervention’. Ultrasound in Obstetrics & Gynecology 34 (1): 104–9. https://doi.org/10.1002/uog.6404
