Pengalaman setiap orang berbeda dan gejalanya dapat sangat bervariasi.
Mifepristone sendiri biasanya tidak menimbulkan efek samping. Beberapa orang mungkin mengalami kram ringan, pendarahan, dan sakit kepala. Gejala-gejala seperti ini wajar terjadi.
Cara kerja utama misoprostol adalah menimbulkan kram dan pendarahan. Obat ini juga dapat menyebabkan mual, muntah, diare, menggigil, dan demam. Gejala-gejala ini normal dan biasanya berangsur menghilang dalam beberapa jam setelah dosis terakhir misoprostol.
Berakhirnya kehamilan: Setelah mengkonsumsi misoprostol, kamu akan mengalami pendarahan dan kram. Biasanya, hal ini mulai terjadi setelah 1–4 jam, tetapi kadang lebih lama dari itu. Pendarahan sering lebih banyak dan kram terasa lebih nyeri daripada menstruasi normal dan menjadi lebih intens sampai jaringan kehamilan keluar. Rata-rata, hal ini terjadi dalam waktu 4-5 jam, tetapi bisa juga lebih lama. Beberapa orang mungkin melihat kantung kehamilan (yang berwarna putih atau keabu-abuan), embrio, atau fetus yang keluar, sementara sebagian lain mungkin hanya melihat gumpalan darah. Pendarahan dan kram biasanya berkurang setelah aborsi terjadi.
Berapa lama pendarahan akan berlangsung: Butuh waktu untuk mengeluarkan semua jaringan kehamilan. Sangat wajar untuk mengalami pendarahan, bercak, dan/atau kram selama berhari-hari atau berminggu-minggu setelah mengkonsumsi misoprostol. Pendarahan ini akan berkurang secara perlahan. Periode menstruasi kamu biasanya akan kembali 4-8 minggu setelah aborsi.
Kembali ke aktivitas rutin: Kamu bisa kembali ke aktivitas rutin segera setelah merasa siap. Kamu juga bisa berhubungan seks kapan pun kamu nyaman untuk melakukannya. Kehamilan mungkin terjadi setelah aborsi, bahkan ketika masih mengalami pendarahan/flek, kamu dapat mempertimbangkan untuk menggunakan kontrasepsi.
