Kehamilan normal berkembang di dalam rahim. Kehamilan ektopik berkembang di luar rahim, biasanya paling umum di tuba falopi karena sel telur yang telah dibuahi melewati salah satu tuba ini dalam perjalanan menuju rahim.
Kehamilan ektopik jarang terjadi, tetapi sangat berbahaya. Begitu kehamilan membesar dan tidak muat di tuba falopi, tuba falopi akan pecah. Itu bisa menyebabkan pendarahan hebat di dalam tubuh, infeksi, bahkan kematian.
Kehamilan ektopik biasanya tidak menunjukkan gejala pada awalnya, tetapi dapat menyebabkan kombinasi beberapa gejala berikut:
- Nyeri di perut bagian bawah dan/atau panggul
- Kram di salah satu sisi panggul
- Nyeri bahu
- Perdarahan vagina atau bercak-bercak
- Sakit punggung bagian bawah
Segera pergi ke rumah sakit atau klinik kalau kamu merasa:
- Nyeri hebat secara tiba-tiba atau berkelanjutan
- Merasa seperti melayang atau kepusingan
Dari setiap 100 orang yang mau melakukan aborsi, kurang dari 1 orang mengalami kehamilan ektopik.
Angkanya kemungkinan lebih tinggi terhadap mereka yang:
- Mengalami kehamilan dengan spiral terpasang.
- Pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya.
- Memiliki luka akibat infeksi atau operasi panggul.
- Memiliki luka akibat usus buntu yang pecah.
- Pernah mengalami infeksi menular seksual (IMS).
Pil aborsi tidak bisa mengobati kehamilan ektopik, tetapi juga tidak akan memperburuknya. Kalau tidak ada pendarahan lebih dari 24 jam setelah menggunakan misoprostol, ini bisa menjadi tanda kehamilan ektopik. Kamu bisa mendapatkan perawatan kehamilan ektopik di mana pun kamu berada, bahkan di negara yang melarang aborsi sekalipun. Perawatan ini melibatkan obat yang disebut metotreksat atau operasi. USG dapat memastikan letak kehamilan kamu di dalam atau di luar rahim.
Sumber
- https://www.plannedparenthood.org/learn/pregnancy/ectopic-pregnancy
- World Health Organization. 2023. Clinical Practice Handbook for Quality Abortion Care. https://www.who.int/publications/i/item/9789240075207
- Duncan, Clara I., John J. Reynolds-Wright, and Sharon T. Cameron. 2022. ‘Utility of a Routine Ultrasound for Detection of Ectopic Pregnancies among Women Requesting Abortion: A Retrospective Review’. BMJ Sexual and Reproductive Health 48 (1): 22–27. https://doi.org/10.1136/bmjsrh-2020-200888
