Pil aborsi merupakan obat yang digunakan untuk mengakhiri kehamilan dan metode ini paling umum dilakukan. Pil ini bisa dikonsumsi dengan aman di rumah.
Ada dua jenis pil aborsi, yaitu mifepristone dan misoprostol, yang dikombinasikan dan diminum dengan selang waktu 24-48 jam. Aborsi juga bisa dilakukan dengan menggunakan misoprostol saja.
Pil aborsi menyebabkan tubuh mengalami proses yang mirip dengan keguguran:
- Mifepristone menghambat progesteron, hormon penting untuk keberlanjutan kehamilan. Ini mengakibatkan kerusakan pada lapisan rahim.
- Misoprostol membantu membuka serviks dan menyebabkan kram yang membantu tubuh untuk mengeluarkan jaringan kehamilan dan mengosongkan rahim.
Di kebanyakan negara, mifepristone susah diakses.
Misoprostol dijual di apotek kecil di banyak negara, terkadang tanpa resep dokter. Beberapa merek, seperti Arthrotec, Oxaprost, dan lainnya, mengandung kombinasi misoprostol dan obat pereda nyeri diclofenac. Karena diclofenac tidak boleh dikonsumsi dalam dosis tinggi, penggunaan yang aman perlu petunjuk khusus.
Berhati-hatilah kalau membeli mifepristone atau misoprostol secara online atau dari penjual lokal. Beberapa penjual tidak bisa dipercaya, misalnya memberikan obat palsu atau instruksi penggunaan yang salah.
Sumber
- World Health Organization. 2020. WHO Recommendations on Self-Care Interventions: Self-Management of Medical Abortion. Geneva: World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/WHO-SRH-22.1
- World Health Organization. 2022. Abortion Care Guideline. https://apps.who.int/iris/handle/10665/349316.
- World Health Organization. 2023. Clinical Practice Handbook for Quality Abortion Care. https://www.who.int/publications/i/item/9789240075207
