Filipina: Akses terhadap Aborsi Aman dalam Lingkungan Terbatas

 

Women on Web-Pinsan-Philippine

Women on Web menghadiri The 2nd International Exchange Workshop yang diselenggarakan oleh Pinsan (Philippine Safe Abortion Advocacy Network) di Manila pada 16—18 Agustus 2018. Lebih dari 50 partisipan dari berbagai negara, seperti Filipina, Indonesia, Irlandia, Tanzania, Puerto Rico, dan Polandia menghadiri acara ini. Women on Web diwakili Amalia.

 

Tema pertemuan ini adalah “Berbagi, belajar, dan bersama”.

 

Berbagi: Partisipan berbagi cerita dari beragam negara. Sebagian berhasil. Irlandia baru saja menang suara Iya! untuk mengamendemen hukum terkait aborsi dan akan memiliki layanan aborsi legal dalam beberapa bulan. Amalia berbagi informasi tentang kerja Women on Web di Indonesia dan berbagai negara dengan hukum aborsi yang membatasi perempuan. Negara lain masih berjuang untuk hak aborsi lebih lanjut, seperti Amerika Latin, Polandia, dan Tanzania.

 

Belajar: Bahkan, orang-orang yang berjuang untuk aborsi aman kadang menstigmatisasi isu ini tanpa sadar. Kita perlu mempertanyakan diri sendiri ketika masih beranggapan bahwa aborsi adalah isu sensitif. Seperti kita tahu, aborsi adalah prosedur normal dan bisa dilakukan dengan cara aman.

 

Aborsi sebaiknya bukan hanya dibicarakan di antara teman-teman saja di dalam ruangan yang sama, kami pergi ke komunitas di Barangay Batasan Hills. Untuk memulai diskusi, kami semua menonton film berjudul Motherland—yang menunjukkan situasi rumah sakit persalinan di Manila. Salah satu perempuan yang hadir mengatakan bahwa dia memiliki 6 anak dan ketika melahirkan, harus berbagai tempat tidur dengan perempuan lain. Perempuan lainnya menunjukkan kekhawatirannya terkait kesehatan (seksual dan) reproduksinya setelah bencana alam, seperti banjir.

 

Bersama: Kita semua harus bekerja sama untuk memiliki hukum yang lebih baik sehingga bisa menjamin perempuan bisa mengakses aborsi aman.

 

 

Pada 2018, 647 perempuan yang tinggal di Filipina menghubungi Women on Web. Lagi-lagi, ini menunjukkan bahwa peraturan yang membatasi perempuan tidak menghentikan kebutuhan perempuan mengakses aborsi aman. Di mana pun.