Apakah aman melakukan konsultasi aborsi medis lewat internet?

 

Konsultasi melalui internet hampir mirip dengan konsultasi tatap muka. Dalam konsultasi online, dokter mengajukan beberapa pertanyaan guna mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk memastikan Anda dapat melakukan aborsi medis secara aman. Dokter selalu mengandalkan informasi yang Anda berikan seperti halnya dalam konsultasi tatap muka.

Ada beberapa alasan mengapa Anda mungkin tidak dapat menggunakan obat-obatan yang menyebabkan aborsi. Anda tidak boleh menggunakannya jika:

  • Seseorang memaksa Anda mengakhiri kehamilan.
  • Hari pertama menstruasi terakhir Anda sudah lebih dari 10 minggu yang lalu.
  • Anda memiliki alergi terhadap Mifepristone, Misoprostol, atau prostaglandin.
  • Anda memiliki satu di antara penyakit berikut ini: kegagalan adrenal kronis, gangguan hemoragik, porphyries turunan, anemia parah, atau asma yang parah dan tidak bisa diobati. (Kecil kemungkinan Anda memiliki salah satu penyakit ini tanpa mengetahuinya terlebih dahulu.)
  • Anda sedang mengalami kehamilan ektopik (hamil di luar rahim).
  • Anda tidak bisa mencapai rumah sakit atau layanan kesehatan dalam 1 jam.
  • Anda sendirian. Sebaiknya, Anda meminta pasangan, teman, atau orang kepercayaan untuk menemani selama Anda menggunakan obat-obatan tersebut.

Ketika Anda sedang memasang KB IUD (Intrauterine Device) atau spiral, jika memungkinkan, kami menyarankan untuk mengeluarkannya terlebih dahulu sebelum menggunakan obat-obatan.

Aborsi medis yang dilakukan pada usia kehamilan 10 minggu awal punya risiko komplikasi yang sangat rendah. Risiko ini sama dengan risiko yang dialami perempuan yang mengalami keguguran natural. Persoalan seperti itu bisa ditangani dokter dengan mudah.

Dari setiap 100 perempuan yang melakukan aborsi medis, 2 atau 3 perempuan harus pergi ke dokter, puskesmas, atau rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Di negara dengan kelahiran yang aman, 1 dari 10.000 perempuan meninggal ketika melahirkan. Kurang dari 1 dalam 100.000 perempuan yang melakukan aborsi medis meninggal, ini membuat aborsi medis lebih aman daripada melahirkan dan hampir seaman keguguran natural. Artinya, aborsi aman dengan Mifepristone dan Misoprostol bisa menyelamatkan nyawa.

Sumber ilmiah:

Penyaringan untuk kontraindikasi di internet sama dengan penyaringan saat kunjungan tatap muka antara dokter dan pasien. Dokter umumnya mengetahui kontraindikasi dengan cara menanyakan kondisi medis pasien. “Semua kontraindikasi terhadap Mifepristone-Misoprostol, kecuali usia kehamilan, jarang ditemukan dan berdasarkan sejarah medis pasien. Oleh karena itu, kondisi tersebut biasanya telah diketahui sejak awal oleh perempuan. Selain itu, dokter selalu menanyakan apakah kondisi tersebut dialami oleh perempuan". 7