Ketika Aborsi Ilegal, Perempuan Jarang Meninggal. Tapi Mereka Tetap Menderita.

Artikel ini menunjukkan situasi aborsi di beberapa negara: Argentina, Amerika Serikat, El Salvador, Brazil, dan Irlandia.

Olga Khazan dari The Atlantic menulis artikel tentang situasi aborsi di beberapa negara. Olga mengutip penelitian yang dilakukan  Abigail Aiken's yang mengambil data dari Women on Web.

"Tidak seperti perempuan di Brazil, bagaimanapun, perempuan Irlandia mendapatkan hasil yang baik setelah menggunakan pil dari Women on Web. Dalam penelitian yang dilakukan Aiken pada 2016 terhadap 1,000 swa-aborsi, 95 persen bisa mengakhiri kehamilannya tanpa intervensi bedah, dan hanya 3 persen membutuhkan tranfusi darah atau antibiotik. Tidak ada satu pun perempuan yang meninggal."

"Aiken mengira hasil dari perempuan Irlandia lebih baik dari perempuan Brazil karena mereka bisa mengakses latanan Women on Web. Sementara itu, petugas bea cuka Brazil menahan pengiriman  pil aborsi ke negara itu, sehingga perempuan harus mengaksesnya melalui pasar gelap."

Baca selanjutnya: https://www.theatlantic.com/health/archive/2018/10/how-many-women-die-illegal-abortions/572638/

Foto diambil dari theatlantic.com (Marcos Brindicci / Reuters)